
“Dia cinta matiku..” begitulah yang selalu bermain didalam fikiran.
Cuba hilangkan wajahnya daripada benak kita.
Kosongkan ruang hati kita daripada kehadiran seseorang yang pernah muncul dalam hidup kita.
Anggaplah dia tidak pernah hadir, mestipun dia sering hadir dalam hidup kita.
Hati kita adalah kaca, yang sekali tergores maka akan susah hilangnya.
Hati kita juga adalah batu, yang sekali terukir namanya akan susah menghilangkannya.
Tetapi tidak ada kata mustahil.
Susah hanyalah kata yang akan membuat kita mundur ke belakang.
Susah bukan bererti tidak boleh, hanya kita perlu lebih banyak waktu, lebih banyak tenaga, dan lebih banyak kekuatan untuk menghapusnya.
Biarlah air mata berlinang, biarlah juga semua lelah tergenggam, namun ia akan hilang dari benak kita.
Tidak perlu lagi kenangan masa belajar di sekolah rendah atau di sekolah menengah dahulu.
Hapus dan buang jauh-jauh dari hati.
Kembali pada Allah dengan wajah yang bersinar – bersinar.
Kembali kepada tujuan awal, manjadi hamba Allah yang bersyukur dengan nikmat Islam.
Tidak Boleh Melupakan?
Boleh? Apa yang tidak boleh?
Semuanya boleh apabila kita serius berusaha.
Mungkin akan ada banyak air mata yang menitis, itu pasti.
Sebab melupakan orang yang pernah disayangi bukan mudah.
Tetapi manusia diciptakan Allah untuk tidak mudah untuk menyerah kalah.
Kepalkan tangan, kita pasti boleh!
Yakinlah pada Allah, mohonlah diberi kemampuan untuk menghapus bayang-bayang si dia.
Panjatlah doa, agar ia terhapus dari hati dan dari fikiran kita.
Lawanlah daya ingat kita tentangnya dengan rasa lupa.
Penuhi hati dengan cinta pada Allah, maka cinta kepada manusia yang bernama si dia boleh segera terhapus.
Masalah ini adalah manis!
Mungkin pada minggu pertama masih ada degup jantung yang menggoncang jiwa.
Kencang dan lambat hilang.
Tetapi semua ada masanya.
Memang harus seperti ini. Normal.
Melupakan dia yang pernah hadir dalam hati, perlu perjuangan hati, perlu kekuatan tenaga dan konsentrasi =)
rumah tangga kami yg dibina selama 3 tahun roboh akhirnya baru ni,brtapa luluhnya hati ni allah je yg mengetahui,saya tak mampu hadapi dugaan yang sering mendatang,setiap detik teringatkan kenangan indah bersama.ada kala terfikir untuk mati,mungin itu jalan yang terbaik daripada menanggung siksa yang teramat perit,imanku bagai tiada la,aku insan yang lemah..ya allah bantulah hambamu ini.
Nampakny bukn kita seorng yg menderita akibt putus cinta. Begitu jg dgn sy,nikah lg 2bulan ttpi hnya mampu mrncng Allah yg maha kuasa menentukn. Begitu teruk hati ini cedera ,Allah swt maha mngetahui segalany mungkin ini sbgai pngajrn. Begitu mudah kami mndpt kebhgiaan bgitu mudah ditarik nikmat itu. YaAllah jauhkn dia dari ingtan ku,kirimkan lah seorng suami yg trbaik utk ku. Aku ingin menikah dijalan Mu.
InsyaaAllah, Allah tidak akan membebani hambaNya dengan perkara yang tak mampu ditanggung.
Kebahagiaan pasti akan menjelma. :)
Pertemuan dlm satu kursus, sy lgsung x terfikir akan jadi rapat dgn si dia. Kami selalu discuss via sms or fb utk menyiapkn report and utk lbh memahami bdg kerja masing2. Lama-kelamaan kami selalu bergurau.
Akhirnya, dia menyatakn dia suka pada sy. Stlh, setahun lbh, kami break disbbkn mak ayah sy mahukan dia segera datang ke rumah tp die x bersedia lg. Sy sgt2 sedih dan sy faham dia masih ada tggungjawab lain sbg anak sulung.
Tp sy redha. Mungkin ada hikmah disebalik semua ini. Kalau ada jodoh, Insyaallah kami akan jumpa lg…
Pertemuanku dengannya pun tak diduga,
Rasa yang timbul karena ia membawa Allah dalam hubunganku dengannya.
Kami tak pernah bertemu langsung hanya contact via pesan.
Awalnya saya tak begitu menanggapinya terlalu dalam.
Tapi lama kelamaan perjuangan dia meraih hati ini, hati saya pun luluh. Saya menyukainya karena ia seorang santri dan sosok yang menyenangkan, tapi perbedaan usia yang, dimana saya lebih tua 5th. Saya pun harus menunggunya 7th lbh krn pendidikan.
Maka Ia putuskan untuk mengakhiri hubungan ini.
Semua janji dan harapan yang ingin dibina untuk meraih ridho dan surga-Nya bersama yang ia tawarkan, pupus sudah.
Awalnya sangatlahh perih dan susah, menangis tiap malam, sedih karena teringat.
6bulan usaha melupakan pun hampir membuahkan hasil.
Tapi ia tiba2 muncul kembali, mengirim pesan dll.
Maka sia-sia perjuanganku selama 6bln itu. Perasaan itu muncul kembali. Selama beberapa hari kami contact. Ia berkata2 manis.
Entah apa penyebabnya ia tiba2 mengacuhkan saya, mungkin ia malu terhadap teman2nya dan terakhir ia minta saya menganggapnya sebagai adik sahaja.
Kenapa ia memberi harap 2x dan menjatuhkan perasaan ini 2x pula. Apa ia tak terpikirkan jika hal ini menimpa saudarinya. Mempermainkan perasaan orang 2x
Dan saya pun menyanggupi permintaan ia itu.
Bantu saya bagaimana cara melupakkannya dan ikhlas. Sangat sulit, broken hurt and hurt feeling, karena ia terlalu membekas. Kadang ia muncul di hati dan pikiran saya.
Terima kasih
Ya Rabbul Fatihin
Tetapi Tuhanku yang Maha Pengasih
Seandainya telah kau takdirkan dia bukan milikku
Bawalah dia jauh dari pandangan ku
Luput dari ingatan ku
Dan peliharalah aku dari kecewa
Ya Rabbul Izzati
Serta Tuhanku yang Maha Mengerti
Berilah aku kekuatan melontar bayangannya ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Dan gelap pekat awan
Agar aku bisa bahagia
Walaupun tanpa dirinya
Ya Rabbul Quddus
Dan Tuhanku
Biar sekuat mana aku menyintainya
Aku pohon agar Tuhanku
Melenyapkan perasaan ini
Sekiranya dia ditakdirkan bukan milikku….
Amin.. aku merasai benda yg sama