Bolehkah Membersihkan Pakaian Yang Terkena Najis Dengan Mesin Cuci?

membersihkan pakaian
Photo by Bianca Jordan on Unsplash

Pada zaman yang sudah modern seperti saat ini, tidak heran apabila banyak sekali alat-alat elektronik yang sangat canggih dan juga membantu meringankan pekerjaan seseorang.

Salah satu contohnya adalah mesin cuci.

Seperti yang sudah kita ketahui, mesin cuci adalah alat elektronik yang dapat membantu kita dalam urusan mencuci/membersihkan pakaian tanpa perlu lagi bersusah payah mengucek dan menggosok pakaian.

Semenjak adanya mesin cuci, banyak sekali masyarakat yang mencuci pakaian  menggunakan mesin cuci karena sangat membantu dan menghemat waktu.

Menggunakan mesin cuci juga tidak sulit karena memang dibuat untuk mempermudah orang mencuci pakaian.

Banyak juga orang yang memanfaatkan mesin cuci sebagai salah satu alat untuk menghasilkan duit. Yaitu, dengan membuka usaha Laundry.

Mencuci pakaian menggunakan mesin cuci memang membuat pakaian kotor menjadi bersih.

Tapi, apabila ada pakaian yang terkena najis dan dicuci menggunakan mesin cuci, apakah najisnya akan hilang?

Di dalam kitab fathul qorib di jelaskan bahwa :

Dalam mencuci benda yang terkena najis di isyaratkan air mengalir pada benda tersebut ( di guyurkan) hal ini berlaku pada air yang sedikit (volume air nya kurang dari +/200 liter) apabila sebaliknya air ada terlebih dahulu kemudian benda ( pakaian) yang terkena najis di celup kan kedalam nya maka belum di nyatakan suci, jika air itu banyak, maka tidak di isyaratkan mengalir kan pada benda tersebut ( pakaian)

Hal ini juga di jelaskan di dalam kitab (Mughni Al Muhtaaj juz 1 halaman: 86) sebagai berikut:

Menurut pendapat yang paling shohih ( benar) saat air kurang dua qullah di isyarat kan air yang mendatangi najis nya agar air tidak menjadi najis bila di balik ( Barang mendatangi najis nya) sebab dengan kejatuhan air sedikit/kurang dua qullah bisa langsung najis.

Contoh :

Apabila ada pakaian yang terkena najis, yang pertama harus kita lakukan yaitu membersihkan dulu ainun najisnya yang meliputi bau, rasa, dan warna najis.

Setelah kira-kira najisnya sudah hilang maka kita cuci baju kita menggunakan sabun/deterjen lalu bilas.

Setelah sisa sabun bersih dari cucian kita, lalu lanjutkan dengan bilasan terakhir.

Bilasan terakhir ini menetukan suci atau tidaknya hasil cucian kita.

Kalau pada bilasan terakhir kita menggunakan air mengalir, maka sucilah cucian kita.

Tetapi kalau memakai air dalam bak air, maka air itu harus memenuhi ukuran dua qullah, sebelum cucian kita dimasukkan ke dalam bak air.

Disinilah masalah itu terjadi, apabila air dalam bak air kurang dari dua qullah dimasuki pakaian kotor dan terkena najis, maka najislah airnya.

Jadi jalan keluarnya adalah selesai mencuci menggunakan mesin cuci, hendaknya bilas pakaian dengan menggunakan air kran atau air yang mensucikan seperti air yang mengalir.

Cara lain apabila tidak menemukan air yang mengalir adalah dengan menampung terlebih dahulu air kedalam bak yang bisa menampung dua qullah (192+ltr) lalu masukkan cucian kita kedalamnya.

Maka sucilah cucian kita.

 

Penutup:

Jadi, mencuci pakaian dengan mesin cuci itu boleh saja.

Tetapi apabila ada pakaian yang terkena najis maka lebih baik dicuci dengan cara biasa saja.

Artikel ini adalah hasil kiriman Ade Sukma Fachrurodzi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Photo of author

Muhamad Naim

Bertugas sebagai pendidik dibawah Kementerian Pelajaran Malaysia (KPM). Telah menubuhkan dan menulis di web akuislam.com semenjak tahun 2010. Saya berharap laman web ini memberi manfaat kepada anda semua. Semoga Allah redha.

Suka Apa Yang Anda Baca?

Daftarkan nama dan email anda untuk mendapatkan panduan dan perkongsian berkualiti terus ke inbox anda secara PERCUMA!







Privasi anda adalah keutamaan kami. Kami tidak bertolak ansur dengan spam dan kebocoran maklumat kepada pihak ketiga.

Tinggalkan Komen Anda..

DAFTAR NOTIFIKASI DI SINI..
Maklumkan saya jika terdapat:
guest

0 Comments
Komen Terbaru
Komen Terdahulu Paling disukai
Inline Feedbacks
View all comments