Waktu Terluang, Bahaya atau Berharga?

Kehidupan tanpa pekerjaan tentunya mengundang masalah yang tiada sudah.  Apabila kita dalam keseorangan tentunya sang sepi akan merajai hati.  Makanya, fikiran yang jernih mulai keruh memikirkan bermacam perkara yang masih tidak langsai berada di minda.

Kita akan terkenang-kenangkan kisah lalu yang begitu menggamit rindu.  Padahal kisah duka itu sudah berlalu.  Sengaja pula kita membenamkan pisau di atas luka yang kian sembuh dari darahnya.

Ditambah pula dengan asyikan lagu-lagu yang dialun di bibir radio atau tv. Makin bertambah lena kita menghirup madu-madu dan kenangan indah masa lalu.  Kita mula akan memikirkan kembali tentang impian-impian yang telah berlalu di terbangkan angin menjadi debu.

Kita membina kembali impian using di dalam minda sendiri yang ternyata impian itu sebenarnya sudah ranap.  Lalu sekali lagi kita akan perit dan sakit apabila mula terjaga dari lena.

Minda yang kosong akan mudah melayang-layang jauh dari dunia nyata.  Tiada mampu bersuara dan menyedarkan minda sendiri yang jauh di bawa awan.  Padahal berada di dunia angan-angan hanya mimpi yang akan hilang.

Lagi teruk jika minda yang terdidik untuk menjadi manja dengan hanya memikirkan kemungkinan-kemungkinan masa depan yang disangka parah dan penuh kepedihan padahal masa itu belum pun terjadi.  Kita sudah menghukum diri! Alangkah malangnya.

Waktu kosong sebenarnya adalah seperti seksaan halus di penjara Cina, meletakkan tahan di bawah paip air yang hanya akan menitis dalam waktu seminit sekali selama setahun.  Penantian yang panjang itulah seseorang akan menjadi gila.

Waktu terluang sememangnya ada.  Kita mendapat nikmat untuk merehatkan minda.  Gunakanlah waktu yang telah di anugerahkan itu pada jalan yang benar.  Mungkin kesibukan yang melanda mencipta jarak antara kita dengan yang Esa.

Namun, waktu terluang itulah masa berharganya.  Sedikit kekosongan yang dirasa kan mampu menjadi saat yang paling berharga apabila kita penuhkan ruang itu dengan berzikir dan bermunajat kepadaNya.

Masa yang terluang itulah masa yang terbaik kita muhasabah diri menjalani kehidupan selama ini.  Seberapa banyak syukur yang telah terjadi atau kita sama sekali lupa untuk berterima kasih pada Allah yang maha memberi.

Inilah waktunya kita cuba  menghayati keindahan alam raya ini, menghasilkan rasa kekerdilan diri di hadapan pencipta yang satu.

Binakan sebaik mungkin mutiara yang terindah dan berharga mengisi ruang waktumu yang kosong dan bukannya mencipta bahaya dengan membiarkan angan-angan yang tanpa akar terus bermaharajalela.

output_8vyUki

Masukkan alamat email anda untuk subscribe / melanggani blog ini dan menerima setiap artikel baru melalui e-mel.

Join 2,241 other subscribers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *